Sejarah Jemaat Pniel Kaweng

  Pada mulanya Kaweng ini merupakan tempat berkebun orang-orang Kakas dan sekitarnya.  Mereka datang untuk mengarap tanah ladang dan sawah.setelah cukup lama mereka berkebun ada rasa keinginan untuk menjadikan tempat berkebun untuk menjadi tempat tinggal selamanya atau suatu desa (kampung). Dan karena sudah banyak orang yang mendirikan rumah-rumah maka mereka mengusulkan pada pemerintah belanda pada tahun 1858 untuk mendirikan desa dan usulan itu diterima sehingga tempat itu disahkan menjadi kampung atau Negeri Kaweng.
 
  Latar belakang nama kaweng di ambil karna terletak di kaki gunung kaweng.Hukum tua yang pertama tercatat Bapak Jorgen Mapaliey.
 
  Latar belakang sejarah jemaat gmim pniel kaweng adalah orang-orang yang menetap di kampung atau negri kaweng yang berprofesi sebagai petani pernah di catat oleh seorang penginjil dari negri belanda bernama Graafland yang pernah datang di kakas sekitar tahun 1850
Menyebutkan dalam buku yang di tulisnya bahwa telah ada satu negri baru di kaki Gunung Kaweng yang nama negri itu sama dengan nama gunung tersebut.
Penduduk desa kaweng pada waktu itu telah mengenal injil karena sebelum mereka tinggal dinegeri kaweang mereka telah mendapat penginjilan dari schwarts yang menurut catatan sejarah pertama kali bekhotbah dikakas pada tanggal 21 mei 1832 dan pada tahun 1850 membentuk majelis dikakas.jadi diyakini sebelum mereka tinggal dikaweng mereka mengenal injil.
     
Sekitar tahun1961 datang seorang guru injil asal remboken yang oleh masyarakat dipanggil Guru Rumondor (Bpk Samuel Rumondor).
  Pada saat itu beliau mulai mengorganisir orang-orang yang berada dikaweng dalam satu persekutuan ibadah. Bersamaan dengan itu pelayan pendidikan mulai di berikan dan pada tanggal 1 Januari 1862 sekolah pertama didirikan dan sekolah ini kemudian menjadi SD GMIM Kaweng.
 
  Pada tahun 1862 atas tawaran bapak cristian kalengkongan rumahnya dijadikan tempat beribadah dan akhirnya beliau  menghibahkan sebidang tanah untuk di pakai sebagai tempat membangun gedung gereja dan sampai saat ini, diatas tanah tersebut berdiri gedung Gereja GMIM Pniel kaweng. Dan karena terkesan dengan perkembangan orang Kristen negeri kaweng seorang pendeta belanda yang bernama M. Browner menghadiakan sebuh lonceng gereja pada tahun 1887dan lonceng tersebut masih di pakai sampai saat ini. Nama Pniel diberikan oleh Guru Jemaat Ambrosius Rombot yang disepakati oleh seluruh Majelis Jemaat disekitar tahun 1945. Dan berdasarkan pertimbangan dalam siding majelis jemaat pada tanggal 9 februari 2001 ditetapkan pada tanggal 13 juni 1862 berdirinya jemaat GMIM Pniel kaweng dengan keputusan Badan Pekerja Majelis Jemaat NO: 01/BPK 16/11-01.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar